• Kamis, 29 September 2022

Antisipasi Guncangan Ekonomi Global, RAPBN 2023 Dirancang Fleksibel

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 10:07 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani memberi keterangan pers usai mengikuti Rapat Paripurna bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Senin, 8 Agustus 2022.  ((Sekretariat Presiden))
Menteri Keuangan, Sri Mulyani memberi keterangan pers usai mengikuti Rapat Paripurna bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Senin, 8 Agustus 2022. ((Sekretariat Presiden))

 

 

 

INSPIRANESIA.COM - Presiden Joko Widodo meminta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2023 atau RAPBN tahun 2023 dirancang sebagai  shock absorber.

Tujuannya agar mampu menjaga fleksibilitas dalam mengelola gejolak perekonomian dan ketidakpastian global yang terjadi.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo juga meminta agar APBN dijaga supaya tetap kredibel dan sehat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat memberi keterangan pers seusai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin, 8 Agustus 2022.

"APBN 2023 harus didesain untuk bisa mampu tetap menjaga fleksibilitas dalam mengelola gejolak yang terjadi, ini kita sering menyebutnya sebagai _shock absorber_. Namun, di sisi lain Bapak Presiden juga meminta agar APBN tetap dijaga supaya tetap kredibel dan sustainable atau sehat, sehingga ini adalah kombinasi yang harus dijaga," ujar Menteri Keuangan.

Menkeu menjelaskan, pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2022 diproyeksi akan mengalami perlemahan.

Halaman:

Editor: Pujoko

Sumber: Sekretariat Presiden

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paduan suara muktamar

Kamis, 29 September 2022 | 18:46 WIB
X