• Minggu, 5 Februari 2023

World Peace Forum ke 8 Keluarkan Surakarta Message. Berikut Isinya

- Sabtu, 10 Desember 2022 | 07:37 WIB
 (Inspiranesia.com)
(Inspiranesia.com)

 

 

 

INSPIRANESIA.COM - Sebanyak 70 delegasi dari 20 negara mengikuti World Peace Forum ke 8 (8th World Peace Forum) di Hotel Sunan, Surakarta, Kamis, 18 November 2022.

Akhir dari World Peace Forum ke delapan ini adalah dimunculkannya Surakarta Message serta Deklarasi Poros Jalan Tengah Islam.

Berikut isi Surakarta Message:

Kita saat ini hidup dalam situasi dimana kemanusiaan berada dalam krisis tak berkesudahan. Konflik dan perang tetap terjadi dan bahkan meningkat, di bagian dunia lain. Kekerasan laten yang diperparah dengan situasi baru yang muncul telah menyebabkan konfrontasi politik yang semakin buruk antara negara adidaya dengan masing-masing sekutunya. Konflik dan perang telah menyebabkan kerusakan struktur ekologi, menyengsarakan banyak orang, terutama mereka yang terusir dari tanah airnya dan kehilangan kebutuhan pokoknya. Konflik dan perang mengancam kehidupan manusia dan peradaban dunia.

Peradaban modern telah ditentukan oleh politik global dan kontestasi ekonomi yang tidak menghiraukan nilai kemanusiaan. Situasi ini mengarah pada disintegrasi, kekacauan global, ketidakpastian, ketidakadilan, diskriminasi, dan berbagai bentuk kekerasan lainnya. Keadaan ini tentu menimbulkan penderitaan rakyat dan kemerosotan kualitas hidup, seperti kemiskinan, kelaparan, dan penyakit. Jutaan orang di seluruh dunia hidup dalam kondisi kritis karena kurangnya keamanan dan perbekalan.

Kita hidup dalam situasi di mana penderitaan terjadi karena perubahan iklim. Meningkatnya laju pemanasan global, melebarnya lubang ozon di atmosfer, serta suhu dan banjir yang tidak dapat diprediksi akan menyebabkan kerusakan ekologi, yang suatu saat nanti akan menyebabkan semua makhluk hidup di bumi musnah. Konsumsi energi yang berlebihan telah menjadi penyebab utama perubahan iklim. Hidup di bumi telah terancam oleh eskalasi pemanasan global yang tak terkendali.
Situasi dunia semakin diperparah akibat Pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia sejak akhir tahun 2019. Pandemi ini membawa kesengsaraan bagi kehidupan manusia. Tidak ada satu negara pun yang terbebas dari dampak pandemi yang memperburuk hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Perekonomian dunia telah memburuk dan hegemoni politik mengalami stagnasi.

Mengingat krisis ini, persaudaraan manusia tidak dipertanyakan lagi dibutuhkan. Untuk memperkuat persaudaraan manusia global, sangat penting untuk mempromosikan semangat kemanusiaan dengan mengembangkan budaya dialog dan kerja sama, serta menemukan kembali nilai-nilai perdamaian, keadilan, toleransi, dan koeksistensi. Persaudaraan manusia pada hakekatnya secara teologis dan etis tertanam dalam ajaran agama-agama dunia yang menekankan bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Tuhan dan bahwa semua manusia diciptakan sama karena rahmat-Nya. Persaudaraan manusia akan menjadi kekuatan yang dahsyat bagi hati nurani manusia dalam mewujudkan dunia yang damai, adil, dan sejahtera.

Halaman:

Editor: Pujoko

Sumber: Liputan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X